Profil Desa
Profil desa adalah
gambaran menyeluruh tentang potensi dan karakter suatu desa. Desa dalam
pengertian ini berarti kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas
wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat
setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan
dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Secara umum profil
desa meliputi luas wilayah dan batas-batasnya, potensi (kemampuan dasar) yang
tersedia secara alami atau buatan manusia, demografi desa, pola kehidupan dan
struktur sosial masyarakat desa, pemerintahan desa serta kebudayaan yang
diwarisi dan dikembangkan secara turun temurun. Dengan demikian, profil umum
Desa Nawa Kerti yang dibuat tahun 2017 mencakup aspek-aspek kehidupan sebagai berikut :
1.1.1 Kondisi Desa
a.
Sejarah Desa Nawa Kerti
Nama Desa Nawa Kerti
diambil dari bahasa Sansekertayang berasal
dari kataNawaasal katanya Nawina
yang artinya Baru, dan Kerti yang
artinya Membangun. Jadi,Desa Nawa Kertiberarti “Desa yang Baru Membangun”.
Desa Nawa Kerti terletak 3
kilometer dari Kecamatan. Desa
Nawa Kerti merupakan desa hasil pemekaran dari Desa Pidpid. Pada tanggal 18
Agustus 1998 turun SK Gubernur Bali Nomor 400 Th.1998, maka desa Nawa Kerti
ditetapkan menjadi desa persiapan.
Dalam perjalannya sebagai
desa persiapan maka pada tahun 2003 desa Nawa Kerti ditetapkan sebagai desa
Difinitif, berdasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten No. 1 Tahun 2003 tentang
pembentukan Desa NawaKerti yang ditetapkan di Amlapura tanggal 28 Januari 2003
dan diresmikan pada tanggal 10 April 2003.
Dalam perjalanan sejarah
pemerintah Desa Nawa Kerti telah beberapa kali mengalami perubahan kepemimpinan
diantara sebagai berikut.
Tabel 1. Daftar Nama Perbekel Desa Nawa Kerti
|
NO
|
PERIODE
|
NAMA PERBEKEL
|
KETERANGAM
|
|
1.
|
1998
- 2003
|
I
Nengah Pasek Arsana, SH.
|
Desa
Persipan.
|
|
2.
|
2003
- 2008
|
I
Nengah Pasek Arsana, SH.
|
|
|
3.
|
2008
- 2012
|
I
Nengah Rata, SE., M.Si.
|
|
|
4.
|
2012
- 2014
|
I
Nyoman Karta Sugiantara
|
Pj
Perbekel.
|
|
5.
|
2014
- 2016
|
I
Ketut Prama Budarta, ST., M.Eng
|
Pj.
Perbekel
|
|
6.
|
2016
- 2022
|
I
Wayan Putu
|
|
b.
Kondisi
Fisik Desa Nawa Kerti
Secara tofografi, Desa
Nawakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem merupakan daerah dataran
tinggi dengan ketinggian 574 s/d 700 meter diatas permukaan laut, curah hujan
relatif sedang, dengan batas
wilayah administratif sebagai berikut.
1)
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Datah
2)
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Kesimpar
3)
Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Pidpid
4)
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Buana Giri
Luas wilayah Desa 5,04 km2 atau sekitar 1,67% luas Kabupaten
Karangasem. Secara administratif desa NawaKerti
terbagi atas 4 (empat) Banjar Dinas yang meliputi Banjar Dinas Bau
Kawan, Banjar Dinas Bau Kangin, Banjar Dinas Bau Kaler, dan Banjar Dinas Laga.
Penggunaan lahan di wilayah Desa Nawa Kerti sekarang dipilah menjadi
daerah pemukiman 22,9 hektar, pertanian lahan kering 473,70 hektar,
perkebunan/tegalan 473,70 hektar, hutan 13 hektar serta penggunaan lain-lain
(fasilitas umum, Pura, setra, jalan, lapangan
dan sebagainya) seluas 1,04 hektar.
Desa Nawa Kerti memiliki jalan sepanjang 35 km, dengan rincian: jalan
kabupaten 5 km, jalan desa 5 km dan jalan dusun/banjar sepanjang 9 km. Dengan
kondisi beraspal sepanjang 10 km, rabat beton sepanjang 1 km, geladag 3,5 km,
dan jalan tanah sepanjang 1,5 km.
c. Kondisi
Sosial Desa Nawa Kerti
Jumlah penduduk Desa Nawa Kerti berdasarkan hasil data dari Catatan Sipil pada tahun 2016, adalah sebanyak 4.545 jiwa, terdiri dari 2.327 jiwa penduduk laki-laki dan 2.318 jiwa penduduk perempuan, yang terdiri dari 1.338 KK.
Sedangkan jumlah RTM sabanyak 402 RTM.
Struktur penduduk menurut pendidikan menunjukkan
kualitas sumber daya manusia yang dimiliki desa Nawa Kerti, yaitu yang berusia
pada usia pendidikan dasar 7 tahun s/d 16 tahun (pendidikan sekolah dasar dan
menengah) yang belum pernah sekolah 5%, sedang mengikuti pendidikan 75 % dan sisanya 10% tidak bersekolah lagi. Sedangkan yang berusia diatas 16 tahun (diatas usia pendidikan dasar) yang belum
pernah sekolah 15%, sedang mengikuti pendidikan
70% dan sisanya 15% tidak bersekolah lagi, baik pada tingkat lanjutan dan perguruan
tinggi.
Struktur penduduk menurut mata pencaharian
menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk menggantungkan sumber kehidupannya di
sektor pertanian (90%), sektor lain yang menonjol
dalam penyerapan tenaga kerja adalah perdagangan (5%), sektor industri rumah
tangga dan pengolahan (1%), sektor jasa ( 1%) dan sektor lainnya seperti pegawai negeri, karyawan swata dari
berbagai sektor ( 3%).
Struktur
penduduk menurut agama menunjukkan sebagian besar penduduk Desa Nawa Kerti beragama
Hindu (100%), Islam (0%), Budha (0%),
Kristen Protestan (0%) dan Katolik (0%).
Kebudayaan
daerah Desa Nawa Kerti, tidak terlepas dan diwarnai oleh Agama Hindu dengan
konsep “Tri Hita Karana” (hubungan yang selaras, seimbang dan serasi antara
manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia dan manusia dengan
lingkungannya).
d. Keadaan
Ekonomi
Struktur perekonomian Desa Nawa Kerti, masih
bercorak agraris yang menitikberatkan pada sektor pertanian. Hal ini didukung oleh penggunaan lahan pertanian masih mempunyai
porsi yang terbesar sebanyak 85 % dari total penggunaan lahan desa. Juga 15 %
mata pencaharian penduduk menggantungkan hidup pada sektor peternakan dll. Pada
sektor pertanian dalam arti luas komoditi yang menonjol sebagai hasil andalan
adalah kelapa, sedangkan hasil peternakan yang ada adalah ternak sapi dan babi.
Beberapa sektor ekonomi yang tergolong economic base dan menonjol di samping sektor pertanian adalah,
perdagangan, industri rumah tangga/ kerajinan.
Pada sektor perdagangan hasil produksi pertanian dan peternakan di jual
melalui tengkulak. Sedangkan fasilitas pasar yang
ada di desa Nawa Kerti, belum ada sarana dan prasarana pasar desa.
Pada sektor industri rumah tangga dan pengolahan termasuk didalamnya
adalah kerajinan ukir, kerajinan bambu, kerajinan batu tabas, kerajinan
pengolahan minyak goreng secara taradisional serta menjahit dll.
Pada sektor jasa, yang menonjol adalah tumbuhnya lembaga/istitusi
keuangan mikro berupa Bumdes sebagai pendukung ekonomi desa. Disamping Bumdes
sektor jasa yang ada adalah perbengkelan, hal ini diharapkan akan membawa
dampak positif dalam perkebangan ekonomi desa secara keseluruhan.
Struktur kelembagaan di desa Nawa Kerti, disamping kelembagaan
administratif Pemerintahan Desa dan kelembagaan dari Desa Adat/Pekraman, Banjar
Adat, juga kelembagaan yang muncul atau yang didorong keberadaannya dari motif
ekonomi, budaya, kesehatan, pendidikan dan sosial politik.Kelembagaan dari
pemerintahan Desa antara lain, Pemerintah Desa, BPD, LPM, PKK desa. Dari
ekonomi, misalnya, Bumdes, kelompok usaha kecil, kelompok tani, kelompok
ternak. Dari pendidikan seperti, komite sekolah. Dari kesehatan seperti postu,
poskesdes, posyandu, GSI, dan Lansia. Dari sisi budaya seperti seke gong, seke santi, seke
tari dan Band remaja. Dari sisi sosial dan
politik seperti karang teruna, lembaga subak abian.